Skip to main content

Perumpamaan Membangun Rumah dan Ibadah

Perumpamaan Membangun Rumah dan Ibadah
Ilustrasi

Ada seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya bekerja ikut pemborong. Ia pun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya.

Si pemborong berkata:
"Saya setujui permohonanmu pensiun dengan syarat kamu bangun dulu satu rumah terakhir sebelum kamu pensiun."

Si tukang bangunan segera membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.

Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat. Ia serahkan kunci rumah kepada sang pemborong.

Sang pemborongpun tersenyum dan berkata:
"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena kamu telah lama bekerja bersamaku."

Maka terkejutlah tukang bangunan itu, dan ada rasa sesal kenapa rumah yang akhirnya hendak ia tempati itu dikerjakannya secara asal-asalan.

#HIKMAH
Ibadah yang kita kerjakan di dunia ini tak lain ibarat "rumah" yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.

Jangan sampai kelak kita menyesal karena kita menempati rumah buruk yang kita bangun asal-asalan.

Semoga menjadi pengingat (terutama buat saya pribadi) dan kita semua.

Sumber: Facebook

Kisah Menarik Lainnya:

Comments

  1. Amiinnn Huuu... 😁😁🙏🙏🙏

    ReplyDelete
  2. barusan baca di FB....
    ya, pesan yang baik......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak, lagi sleweran post beginian di fb jadi saya salin aja sekalian ke blog biar makin sleweran 😅

      Thank you👍

      Delete
  3. iya sebaiknya kita kalo mengerjakan sesuatu gak setengah-setengah ya mas, ini busa dijadikan pelajaran juga buat kita di masa depan nanti 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, juga memberikan yg terbaik buat org lain sebagaimana yg kita berikan utk diri sendiri 😅

      Delete

Post a Comment