Skip to main content

Cerpen: Jerit Tangis Wanita Di Kuburan

Cerpen: Jerit Tangis Wanita Di Kuburan

Bel sekolah tanda pulang telah berbunyi, Khanif bergegas mengejar Anna yang sudah terlebih dulu keluar kelas. 

"Anna tunggu.." Anna menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Khanif yang mengejar dirinya. 

"Anna, seperti biasa, nitip, kerjain PR ku juga ya?" Ucap Khanif sambil menyerahkan buku tulisnya ke Anna. 

"Baiklah.." Jawab Anna menerima buku Khanif dan memasukkannya ke tas sekolahnya. 

Ini bukan lagi menyontek jawaban seperti anak sekolah pada umumnya yang menyalin jawaban dari buku teman dan menuliskannya di buku kita sendiri, ini lebih daripada itu, Khanif menyuruh Anna mengerjakan PR langsung di buku Khanif sendiri dan Khanif tinggal terima beres tanpa melakukan apa-apa. 

Dan berhubung Anna sangat bucin ke Khanif jadi ia melakukan semua itu gratis demi cintanya ke Khanif. Khanif sungguh pria beruntung memiliki kekasih sebaik Anna. 

Tapi Khanif juga baik pada Anna yang siap jadi ojek antar jemput kemanapun Anna mau pergi termasuk antar jemput pulang pergi sekolah. 

Sesampainya mengantarkan Anna dari sekolah pulang ke rumahnya, Khanif berencana mau ngapel pada malam harinya. 

"Oya Na, entar malam aku mau kesini lagi, abis itu kita jalan-jalan, boleh ya?" 

"Iya boleh.." 

*** 

Malam harinya Khanif bersiap-siap akan ke rumah Anna, tidak seperti orang ngapel pada umumnya, Khanif hanya berdandan ala kadarnya saja, pakai kaos dan celana pendek berbahan kain sejenis kolor tapi masih cukup sopan untuk terlihat di tempat umum. 

Sementara Anna juga bersiap-siap menunggu kedatangan Khanif. Anna juga berdandan ala kadarnya saja, pakai kaos ketat dan rok mini khas ABG-ABG SMA masa kini. 

Sesampainya di rumah Anna, mereka mengobrol sebentar lalu mereka berdua pergi naik motor keliling kota. 

Capek keliling kota mereka berdua mampir ke rumah makan dan kemudian makan. Berhubung masih anak SMA jadi mereka bayarnya masing-masing. 

Sehabis makan mereka bingung mau pergi kemana lagi, seisi kota sudah mereka kelilingi, sementara tak ada tempat istimewa untuk mereka kunjungi atau sekedar tempat nongkrong berlama-lama. Kalaupun ada, tempatnya lumayan mahal, tidak terjangkau oleh kantong mereka. 

"Pulang aja yuk." Ajak Anna. 

"Iya yuk pulang." Jawab Khanif. 

Saat dalam perjalanan pulang Khanif sengaja memacu motornya agak pelan biar bisa berlama-lama menghabiskan waktu bersama Anna dan Anna juga sepemikiran, ingin berlama-lama menghabiskan waktu bersama Khanif. 

Sebenarnya rumah Anna sudah dekat tapi Khanif berbeolok arah menuju jalan ke kuburan segala macam agar perjalanannya terasa jauh. 

Saat dalam perjalanan melewati jalur ke kuburan itu Khanif berpapasan dengan 4 orang Tentara yang sedang patroli. Tanza, Satria, Agus, Herman. 

Satu orang Tentara bernama Satria bertanya pada mereka. 

"Heh ngapaen kalian berdua lewat sini malam-malam, pacaran ya?" Ucap tentara itu ke Khanif. 

"Cuma lewat doang Pak, kami adik kakak, mau pulang ke rumah." Jawab Khanif. 

"Dimana rumah kalian?" Tanya tentara itu lagi. 

"Disini Pak, dekat aja, setelah belok lewat kuburan ini nyampe kerumah." Ucap Khanif sedikit berbohong. 

"Ya sudah cepat pulang." Jawab tentara itu. 

"Baik Pak." Jawab Khanif. 

Khanif meneruskan perjalanannya hingga sampai ke kuburan. Mereka menghentikan motornya dan santai di pekuburan itu. 

Sekeliling pekuburan tampaknya sepi tak ada penjaganya dan juga agak jauh dari rumah warga. 

Khanif dan Anna sepertinya tidak takut pacaran di kuburan, mungkin karena sudah terbiasa setiap ada kesempatan jalan-jalan mereka selalu melewati pekuburan itu jadi tidak takut lagi. 

"Na, kita sudah lama ya pacaran? Sejak kelas 6 sampai sekarang kelas 8?" Ucap Khanif membuka percakapan. 

"Iya ya sudah lama banget, 2 tahun." Jawab Anna. 

"Selama itu kita belum pernah begini kan?" Ucap Khanif sambil memperlihatkan video Miyako dan Kakek Sugiono. 

Anna terkaget melihat video itu dan sontak menjauh dari Khanif tapi lelaki itu langsung menubruknya dan menindihnya di rerumputan pekuburan itu. Anna berontak tapi tenaganya kalah dengan Khanif. 

"Tolong.. tolong." Teriak Anna tapi Khanif terus memaksa melancar keinginannya. 

Anna hampir kehabisan tenaga melawan Khanif, berontak, menjerit dan menangis sejadi-jadinya. 

"Jangan Khanif, jangan!" Tangis Anna sesegukan. 

*** 

Dari kejauhan 4 orang Tentara tadi mendengar suara jerit tangisan wanita di pekuburan itu dan langsung bertindak cepat mencari arah suara itu. 

Sesampainya menemukan Anna yang sedang menangis, ke 4 orang Tentara itu mencari Khanif namun sepertinya Khanif sudah jauh pergi bersama motornya. 

Ke 4 orang Tentara itu kemudian membawa Anna ke kantor polisi terdekat. 

TAMAT! 

Catatan: Cerpen ini fiksi hanya saja terinspirasi dari kisah nyata yang baru-baru ini terjadi di Papua. 

Kesimpulan: Sebaiknya jangan pacaran, kalaupun harus pacaran jangan di tempat sepi. Iya ngga sih? Xixi..

Comments

  1. Waduh, khanif ganteng-ganteng tapi bahaya ya, kasihan Anna.

    Btw, kenapa ada tentara patroli dekat kuburan ya? Apa markas mereka dekat situ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurang tau juga mas..
      Klo ga slh disana rawan konflik jadi mgkn ada patroli dimana2 😅

      Delete
    2. Oh, ini setting nya di Papua toh, kirain di Jepara.😁

      Delete
    3. Iya di Papua..

      Khanif kadang di Papua, kadang di Jepang, wkwk..

      Delete
    4. Tumben khanif nya belum datang, apa masih di jepang ya.😅

      Itu khanif mainnya kurang lihai. Main grepe nya di kuburan ya jelas nolak dan teriak, coba di bawa ke hotel bintang lima dengan naik mobil Ferrari, pasti ga nolak.😁

      Delete
    5. Tuh sdh ada Khanif komen dibawah 😅

      Iya klo pake Ferari sama Hotel bintang mah mgkn malah cwe yg bakal memperkaos cwo wkwk..

      Delete
  2. menggantung endingnya.....
    bikin penasaran.....👍😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Pak, dibayangkan aja kelanjutannya, entah apakah si cwo ketangkap atau gimana, hihi..

      Delete
  3. waduh duuh..
    ngeri banget ceritanya, kukira yang empat orang yang ngeronda juga ikutan mas 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngeri memang mas, yg sabar ya wkwk..

      Yg empat orang ceritanya org baik mas jadi ga ikutan 😅

      Delete
    2. Untung aja tentaranya baik, gak tergoda bisikan setan di kuburan 🙄

      Delete
  4. Belum ada artikel baru nih kang Jaey.🤔

    Sepertinya lagi liburan akhir tahun nih 😅

    ReplyDelete
  5. Pacaran kok di pekuburan... ada ada aja nih Khanif..
    Ternyata ada udang di balik rempeyek..... 😂

    ReplyDelete
  6. just say hello.....
    karena belum ada posting baru....

    ReplyDelete

Post a Comment