Skip to main content

Cerpen: Jebakan Peri (Tanaman Bergoyang Sendiri)

Cerpen: Jebakan Peri (Tanaman Bergoyang Sendiri)

Cerpen ini fiktif hanya untuk seru-seruan saja dan semoga seru wkwk.. 

Berawal dari menonton video tentang perkemahan di hutan, Jaey menjadi berkhayal dirinya juga sedang berkemah di hutan. 

Terlebih orang yang ada di video itu adalah Amanda, gadis pujaannya, hayalannya semakin menjadi-jadi, tak jarang ia berhayal sedang berkemah bersama gadis itu. 

Semua terlihat seru baginya, dimulai dari Amanda berjalan di hutan sendirian, lalu mendirikan kemah, memasak mie, menyeduh kopi, dan menyantapnya sambil menikmati pemandangan sekeliling hutan, menikmati kicau burung, dan lainnya. 

Begitu seringnya ia melihat video Amanda sedang berkemah sendirian (Solo Camp) tersebut, lama-kelamaan ia tertarik ingin berkemah juga dan ia pun melakukan berbagai persiapan untuk berkemah. 

Namun berbeda dengan para perkemah pada umumnya, Jaey melakukan persiapan yang tidak biasa dan terkesan aneh-aneh, mulai dari membawa Drone besar yang dapat membawa dirinya terbang bersama barang bawaannya hingga membawa tenda canggih serta senapan mainan. 

Meskipun senapan mainan tapi bila ditembakkan ke pohon sebanyak ratusan kali dapat membuat pohon menjadi tumbang dan terlebih jika ditembakkan ke mata orang lain dijamin bakal buta dan kalau ditembakkan ke badan dijamin bakal bengkak seperti tersengat tawon. 

Sebuah senapan mainan otomatis yang menyerupai senjata asli dengan peluru plastik yang jika di tembakkan dapat mengeluarkan percikan api pada ujung senapan, benar-benar mirip senjata asli. Ia membawa senjata ini untuk berjaga-jaga dari binatang buas. 

Jaey juga membawa tenda canggih, tidak seperti tenda pada umumnya yang memerlukan tali, tiang, dan sebagainya, tenda miliknya jika dilipat cuma seukuran buku tapi ketika tombolnya di tekan maka akan otomatis terisi udara dan membentuk sebuah kemah yang mirip sebuah rumah berukuran 5x5 lengkap dengan atap, dinding, alas, yang siap dihuni dan empuk sebagai tempat tidur karena terbuat dari balon udara, tenda tersebut juga anti gores karena berbahan yang sama seperti teknologi terbaru dari rompi anti peluru. 

Terakhir ia juga membawa Drone besar yang dapat terbang membawa diri serta barang-barangnya dan ia mengemas semua peralatan berkemahnya ke drone tersebut dan memasukkan drone itu ke bagasi mobil. 

Setelah berjam-jam melakukan persiapan akhirnya selesai juga. "Hmm, apa cuma aku yang kalau mau berkemah seribet ini? Emang boleh seribet itu? Terkemah-kemah, haha.." Ucapnya sambil tertawa. 

Setelah merasa semua persiapannya cukup ia kemudian masuk ke mobil CyberTruck miliknya, sebuah mobil yang memiliki kelebihan anti rudal, kaca anti peluru, anti gores, anti ban kempes, dan dapat mendaki tanjakan dengan kemiringan 90 derajat dengan kata lain mobilnya bisa berjalan di dinding seperti cicak. 

*** 

Sesampainya di lereng pegunungan ia mampir ke rumah makan yang ada di lereng gunung itu. 

Pemilik rumah makan tersebut sekaligus menjadi penjaga gunung dan pemberi panduan kepada setiap pendaki yang ingin mendaki gunung tersebut, nama penjaga itu adalah Pak Tanza. 

Setelah selesai makan di rumah makan itu, penjaga tersebut memberi arahan padanya. 

"Nak, hati-hati ya di gunung itu jangan kencing sembarangan." 

"Tenang Pak, nanti ku kencingi semua hantu di sana." Penjaga itu geleng-geleng kepala melihat kesombongannya namun tetap memberikan arahan. 

"Terutama jika menemukan Tanaman Bergoyang Sendiri, jangan disentuh Nak, itu adalah tanaman Jebakan Peri yang jika dipegang akan otomatis berpindah alam dari alam nyata ke alam ghaib." 

"Tenang Pak, nanti ku nikahi Peri itu." Penjaga itu geleng-geleng kepala melihat kesombongannya dan tetap memberinya arahan. 

"Nak saya serius, kemarin saja ada 5 orang pendaki dan mereka hilang semua dan sampai sekarang mereka belum ditemukan (Agus, Satria, Herman, Wawan, Khanif)" 

"Thank you Pak atas arahannya, saya akan berhati-hati." 

"Ya sebaiknya begitu." Jawab Penjaga itu. 

"Oya Pak, saya nitip ya mobil saya yang keren itu, CyberTruck." 

"Iya.." Jawab Penjaga itu mengiyakan. 

Setelah menitipkan mobilnya dan mengeluarkan Drone besar dari bagasi dan naik ke drone tersebut kemudian ia pergi terbang menuju puncak gunung meninggalkan rumah makan itu. 

"Buat apa capek-capek berjalan kaki untuk mendaki kalau ada benda yang bisa membawaku terbang seperti ini." Ucapnya sambil tersenyum di atas drone itu sambil melihat-lihat ke daratan untuk memilih lokasi mana yang keren buat tempat berkemah. 

Bak Harry Potter dengan sapu ijuknya Jaey meliuk-liuk terbang bersama dronenya di antara sela-sela pepohonan yang tinggi dan di atas sungai bebatuan. 

"Hemm sebenarnya seru jika berkemah di dekat sungai tapi kata orang biasanya pada malam hari hewan buas turun buat minum ke kali." Gumamnya mengurungkan niatnya berkemah di dekat sungai itu. 

Puas menjelajah hutan dari udara akhirnya ia menemukan lokasi yang bagus buat berkemah dan ia mendaratkan drone-nya disana. 

Saat turun dari drone ia melihat ada tanaman bergoyang dengan sendirinya, ia tersenyum melihat itu, mungkin itulah tanaman yang dimaksud oleh penjaga tadi dan sesuai peringatan penjaga agar jangan menyentuh tanaman itu, ia pun menurutinya. 

"Kau tidak akan ku sentuh wahai tanaman, aku hanya akan menindihmu pakai tenda saja, wkwk.." Ucapnya pada tanaman itu sambil terkekeh lalu mengeluarkan tenda seukuran buku dan memencet tombolnya, kemudian tenda itu berubah jadi besar berukuran sekitar 5x5 meter. 

Setelah mendirikan tenda, ia kemudian memasak makanan dan membuat minuman lalu menyantapnya sambil menikmati pemandangan diatas pegunungan sore itu. Setelah kenyang makan dan minum, muncul rasa ingin pipis, ia bingung mau pipis dimana, ia juga teringat pesan penjaga jangan pipis sembarangan. 

"Ah pipis dimana saja lah, darurat, salah pemerintah sih kenapa tidak menyiapkan toilet di hutan? Hihi.." ia pun pipis disembarang tempat. 

Tak berlangsung lama setelah pipis tiba-tiba angin bertiup kencang, mungkin badai akan datang, sore itu masih pukul 4 sore tapi berubah menjadi gelap, seperti gerhana matahari, badai semakin kuat menerpa dan hujan turun semakin deras. Ia melihat ke arah drone apakah perlu di tutup pakai terpal atau tidak tapi sepertinya tidak perlu karena dronenya anti air, sebuah drone canggih yang juga dapat dipakai menyelam dalam laut dan juga cukup berat tidak mungkin  di terpa badai. 

Namun tendanya tak cukup kuat menahan angin yang bisa saja terbang terbawa angin, dalam gelap dan kuatnya angin menerpa itu, ia mengikat tenda tersebut ke drone agar tidak terbawa angin, setelah itu kemudian ia masuk ke tenda. 

Dalam tenda itu ia merenung: "Aneh jam 4 sore kok sudah gelap, apa gara-gara aku pipis sembarangan tadi itu ya?" Pikirnya bingung. 

"Ah terserahlah." Ucapnya sambil bermain lampu dalam tenda itu, meredupkannya dan menerangkannya. 

"Ah bete juga camping sendirian, coba ada Amanda, Nancy, atau Rose disini pasti asik." Ucapnya tersenyum sambil menghayal. 

Sementara di luar tenda tanpa terlihat oleh manusia ada satu sosok perempuan melayang di udara, mungkin Peri, dia mengarahkan tongkatnya yang berbentuk bintang segi lima pada ujung tongkat itu, dan sepertinya Peri itulah yang membuat jam 4 sore menjadi gelap, dan menimbulkan badai angin yang kencang disertai hujan deras, petir dan suara geledek. 

Peri itu sepertinya berusaha memindahkan Jaey dari alam nyata ke alam ghaib tapi ia tidak mampu melakukannya. 

Peri itu bingung mengapa ia tidak mampu melakukannya, tidak semudah seperti ketika ia memindahkan 5 orang pemuda beberapa waktu lalu (Agus, Satria, Herman, Wawan, Khanif). 

Beberapa waktu lalu Bu Peri menciptakan badai dan memporak-porandakan tenda kelima pemuda itu (Agus, Satria, Herman, Wawan, Khanif) dan memindahkan mereka berlima ke alam ghaib. 

"Tapi mengapa pemuda yang satu ini sulit?" Gumam Bu Peri kebingungan. 

Tanpa Bu Peri ketahui, tenda Jaey terikat ke Drone dan Drone itu cukup berat sehingga sulit memindahkan Jaey ke alam ghaib, haha.. 

Selain itu Jaey juga memiliki energi yang sama besarnya dengan energi yang di miliki Bu Peri. 

Tanpa Bu Peri ketahui kesombongan Jaey telah menyelamatkan dirinya dari kejahatan Bu Peri, kesombongan itu memiliki energi yang sama besarnya dengan energi dari kesombongan Bu Peri. 

Bu Peri menciptakan badai topan, geledek, hujan deras, dan gelap pada jam 4 sore dengan tujuan membuat Jaey takut dan agar energinya menurun tapi sayangnya Jaey tidak peduli pada semua itu dan itu membuat energinya tetap stabil, alih-alih takut.., Jaey malah senyum-senyum sendiri dalam tenda memikirkan senyum manis Amanda, Nancy, dan Rose. Yang tanpa Bu Peri ketahui, ketika Jaey memikirkan ketiga orang gadis itu energinya semakin bertambah besar dan mengalahkan energi dari Bu Peri. 

Bu Peri tak kehabisan cara buat menaklukkan Jaey agar energinya menurun, ia memperdengarkan suara dari ke 5 orang yang dia sandera di alam ghaib beberapa waktu lalu untuk menakuti Jaey. 

Suara Agus, Satria, Herman, Wawan, Khanif terdengar meminta tolong dan menangis. 

"Tolong.. tolong!" Suara 5 orang bersahutan bergantian. 

"Hiks hiks.." Suara tangisan. 

Begidik juga hati Jaey mendengar suara-suara itu, ia melihat jam di smartphonenya ternyata sudah pukul 10 malam. 

"Jaaaeyy.. tolong!" Suara itu lagi-lagi terdengar tapi Jaey malah tertawa, "Wkwk.. Bisa-bisanya hantu tau namaku." Ucapnya tertawa dan kalimat-kalimat bernuansa kesombongan cenderung meremehkan semacam itu membuat energi Jaey tetap stabil sehingga sulit bagi Bu Peri buat mempengaruhinya. 

Sementara hujan di luar tenda masih sangat deras, suara-suara itu ada di antara suara hujan. 

Sebenarnya Jaey cukup terganggu mendengar suara-suara itu tapi ia mencoba menyibukkan diri dengan makan dan minum hingga waktu berlalu menunjukkan pukul 11 malam akhirnya ia mengantuk dan kemudian membaca doa sebelum tidur dan ia pun tertidur. 

Inilah titik paling lemah manusia yang sering dimanfaatkan oleh hantu karena saat tertidur manusia dalam keadaan lemah dan energinya turun drastis sehingga mudah diperdaya oleh hantu. 

Bu Peri memanfaatkan itu untuk memindahkan Jaey ke alam ghaib tapi dari jam 11 malam sampai subuh ia belum juga berhasil memindahkannya ke alam ghaib karena Jaey terlindungi oleh energi dari doa sebelum tidur. 

Bu Peri menjadi pusing tujuh keliling dan hampir putus asa karena selalu gagal memindahkan Jaey ke alam ghaib namun dalam keputus-asaannya akhirnya ia memindahkan Jaey ke tepi sungai saja. 

*** 

Amanda yang secara kebetulan camping di hutan tersebut juga mengalami dahsyatnya badai tadi malam, tendanya porak-poranda dan pagi ini ia memutuskan untuk pulang. Saat dalam perjalanan pulang melewati sungai ia melihat seorang pemuda sedang tidur di atas bebatuan sungai tersebut. 

Amanda memperhatikan pemuda itu yang ternyata adalah Jaey, dia sengaja tidak membangunkannya dan lebih memilih menunggunya bangun dengan sendirinya, lagi pula ia ingin menikmati menatap pemuda itu lebih lama karena kalau pemuda itu terbangun ia mungkin tidak bisa menatapnya lagi, malu dong masa menatap orang yang tidak di kenal berlama-lama. 

"Tampan juga, apalagi kalau sudah mandi pasti lebih tampan lagi." Ucap Manda tersenyum memperhatikan Jaey yang sedang tidur. 

Setelah sekian lama memperhatikannya kemudian pemuda itu menggeliat mulai terbangun dari tidurnya, namun pemuda itu tampak seperti kebingungan melihat dirinya di tepi kali dan tidur di atas bebatuan. Sesaat kemudian pemuda itu menoleh ke Manda dan Manda menyambutnya dengan senyuman. 

"Welcome to the jungle and good morning?" Sapa Manda. 

"Kamu siapa? Dan mengapa saya tiba-tiba ada disini?" Tanya Jaey heran. 

"Mungkin badai tadi malam yang melemparkanmu kesana, hehe.." Jawab Manda tersenyum. 

Setelah dalam kesadaran penuh paska bangun tidur dan cuci muka di kali, Jaey memperhatikan Manda dengan seksama. 

"Apakah ini yang disebut sebagai bidadari mandi di kali? Tapi dia sedang tidak mandi.." Ucap Jaey membatin memperhatikan kecantikan Manda. 

"Coba perlihatkan kakimu?" Tanya Jaey yang tiba-tiba teringat suatu hal yaitu jika kakinya terbalik kemungkinan dia hantu dan Amanda memperlihatkan kakinya dan ternyata normal yang artinya dia manusia asli. 

Setelah yakin Amanda manusia asli Jaey pun berkenalan dengannya. 

"Morning juga, namaku Jaey, nama kamu Manda kan? Aku sering melihatmu di video berkemah.." Ucap Jaey mengulurkan tangan bersalaman. 

"Oya?" Tanya Manda sambil menyambut salaman Jaey. 

"Iya, aku followermu di medsos dan kamu tau gak, kamu lho yang menginspirasi aku buat berkemah, dan ini pengalaman pertamaku Solo Camp." Terang Jaey panjang lebar dan langsung sok akrab. 

"Wkwk gak nyangka ada yang terinspirasi padaku." Jawab Manda sambil mengeluarkan kompor mini, memasak air, dan menyeduh kopi. 

"Iya, tapi kamu tau gak kenapa ya aku tiba-tiba muncul di pinggir kali padahal tadi malam aku tidurnya di puncak gunung?" Tanya Jaey. 

"Tak ada yang tau secara pasti tapi kalau medis menyebutnya tidur berjalan!" Terang Manda sambil meletakkan secangkir kopi di dekat Jaey. 

"Ya sudahlah mungkin aku harus menganggapnya tidur berjalan." Ucap Jaey tak ingin memusingkan masalah itu. 

Setelah Jaey menghabiskan kopinya, Manda meminta gelasnya dan pamit untuk pulang tapi Jaey membujuknya untuk berkemah dalam satu tenda bersama tapi Manda menolaknya. 

Jaey tak bisa berbuat apa-apa lagi selain mempersilakan Manda untuk pulang. 

Setelah Manda pergi Jaey kemudian melihat ke smartphonenya untuk mencari posisi kemahnya, Jaey mencarinya melalui sinyal drone yang terkoneksi ke hp dalam kemampuan jangkauan hingga 10 KM dan ternyata lokasi kemahnya tidak terlalu jauh dari sungai hanya berjarak sekitar 500 Meter saja. Sebenarnya drone-nya dapat dikendalikan melalui Smartphone tapi berhubung drone-nya terikat ke tenda jadi tidak bisa di terbangkan, kalau dipaksa terbang nanti tendanya juga ikut terbang dan sudah pasti bakal menyangkut di sela-sela pohon, wkwk.. jadi Jaey terpaksa jalan kaki hitung-hitung olahraga pagi dari sungai menuju lokasi tenda di puncak. 

Baru berjalan beberapa puluh meter mendaki gunung nafasnya langsung ngos-ngosan, terlebih menurut kebanyakan orang semakin tinggi gunung semakin tipis oksigennya membuatnya semakin kualahan saat mendaki. Tapi ia orang yang keras kepala, alih-alih menyalahkan rokok ia malah merokok sambil mendaki. 

"Motor laju karena ada knalpotnya berarti saya juga bisa laju kalau sambil merokok." Ucapnya sambil tertawa. 

Sementara itu Bu Peri sedang memperhatikan Manda dan langsung merasuki gadis itu hingga menggelinjang dan berbalik arah mengejar Jaey. 

Bu Peri menggunakan tubuh Manda untuk menurunkan energi Jaey. 

Bu Peri dendam sama Jaey karena susah buat dipindahkan ke alam ghaib. 

Manda mengejar Jaey dan karena Jaey berjalannya sambil berhenti untuk istirahat akhirnya Manda dapat menyusulnya. 

"Jaey aku mau ikut berkemah sama kamu." Ucap Manda malu-malu begitu sampai di dekat Jaey. 

"Ok, yuk.." Ajak Jaey melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tenda. 

Dari pagi itu mereka mulai akrab hingga siang semakin akrab seperti orang yang sudah saling kenal puluhan tahun lamanya. 

Sepanjang hari itu mereka seperti orang sedang pacaran. 

Jaey mengajari Manda menembak berbagai target menggunakan senapan mainan entah itu target botol dan terkadang burung yang bertengger jadi sasaran. 

Hingga malam harinya mereka bersantai sambil gitaran karena Manda membawa gitar. 

Bersantai sambil melihat bintang kelap-kelip nan jauh disana bagai melodi cinta yang mengggema, seakan semua ikut irama, bagai alunan kopi dangdut, wkwk.. 

Masih dibawah pengaruh Bu Peri, Manda akhirnya tidur dalam satu tenda bersama Jaey dan terjadilah tenda bergoyang yang menguras habis energi mereka. 

Saat pertama kali mendirikan tenda dibawah tenda itu terdapat tumbuhan bergoyang yang merupakan Jebakan Peri dan Jaey serta Amanda sudah terjebak terlalu jauh dalam tenda itu dan Bu Peri berhasil memindahkan mereka berdua ke alam ghaib. 

Di alam ghaib Jaey dan Amanda bertemu dengan 5 orang pendaki yang hilang lainnya yaitu Agus, Satria, Herman, Wawan, Khanif. 

TAMAT!

Comments

  1. Wah ternyata Amanda dan Jaey terjebak ke alam gaib Bu peri bersama lima sekawan.

    Tapi tenang saja, Jaey pasti bisa keluar dari alam gaib, apalagi drone nya masih di alam nyata.

    Cuma bingung bagian tenda bergoyang saat Jaey dan Amanda didalam tenda. Itu kenapa ya? 🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ada ide ga mas biar mereka bisa keluar dari alam ghaib 😅

      Oh itu dlm tenda mereka lagi goyang ngebor plus rumput juga ikut bergoyang wkwk..

      Delete
    2. Ntar tunggu mas Wawan yang ngasih ide.😁

      Waduh, goyang ngebor kayak mana kang.😂

      Delete
    3. Waduh... Bahaya... Bahaya....

      Delete
    4. Hmmm, mungkin karena kehabisan akal, Bu Peri memindahkan teleportasinya tdk melalui pohon yg bergoyang. Tp lewat tenda yg bergoyang.... saya rasa itu jawabannya.

      Delete
  2. keren mobil CyberTrucknya..... anti kempes dan anti gores....
    mungkin perlu dikembangkan yang anti alam gaib ....hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ide bagus itu Pak wkwk..

      Delete
    2. Itu mobil padahl serba canggih ya, bisa ngapain ajah... tp kok knp gak bisa bikinin makanan buat yg punya? Yang punya musti ke warung makan dulu sih...

      Delete
  3. wkwkwk jaey ternyata kelemahanya sama amanda yak :D, kalo ada nancy disitu bisa-bisa jaey malah pingsan :D, tapi memang kelemahan setiap cwo dihadapan cwe pujaan hati :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amanda siapakah itu, apakah Amanda Seyfried artis Hollywood itu?

      Delete
    2. amanda manopo bang :D

      Delete
  4. Berkemah naik gunung itu memang harus hati-hati, ada teman saya yang naik gunung terus ngomong sembarangan, eh dia tersesat di gunung. Untungnya selamat tidak sampai mati.

    ReplyDelete
  5. Memang kalau kemping di gunung jangan pernah sesumbar, bertingkah laku aneh bisa ada kejadian yang tak kita inginkan. Saya pernah waktu kemping di gunung gede pangrango teman saya (katanya) kemasukan siluman macan gara-,gara teriak-teriak di air terjun.

    Jebakan peri. Beberapa kali lihat video short tanaman bergoyang yang konon katanya itu adalah jebakan peri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia kata yang saya cari2, "sesumbar", tapi tak ketemu, akhirnya saya ganti dengan kata "sombong" 🤣

      Delete
    2. Carinya memang di mana, kok bisa ngga ketemu?

      Kira-kira berapa lama ya mereka akan terjebak di dunia gaib. Satu jam dua jam atau sampai lebaran?

      Delete
    3. Sekitar semingguanlah, sedang dalam tahap persiapan nih pelepasan mereka, masih negosiasi sama perinya, minta ayam berapa ekor dia 🤣

      Delete
  6. Ternyata, Bu Peri dan Amanda sudah merencanakan hal ini dengan membuat alat teleportasi alam gaib melalui tenda bergoyang. Jadi saya titip pesan buat semua pembaca, jika Anda ada di tengah hutan, dan menemukan tenda bergoyang... jangan di sentuh, apalagi masuk ke dalamnya. 🤣🤣🤣

    ReplyDelete

Post a Comment