Skip to main content

Kisah Pertama Kali Makan Pentol/Bakso Dari Sebelumnya Tidak Suka

Hehe, saya rasa ini kisah cukup unik dan karena unik jadi saya museumkan di blog ini.

Kisah Pertama Kali Makan Pentol/Bakso Dari Sebelumnya Tidak Suka

Bakso, biasanya terbuat dari campuran daging dan disajikan berkuah.

Pentol, terkadang terbuat dari campuran daging disajikan bertusuk seperti sate, kadang juga dari jeroan/usus/urat saja, seringnya mungkin terbuat dari campuran tepung kanji doang.

Kalau pentol laki-laki umumnya terbuat dari daging manusia.

Dulunya saya tidak suka dengan yang namanya bakso/pentol karena menurut saya menjijikkan terlebih dimasa itu sering muncul berita tentang bakso tikus, bakso kodok hingga bakso borak.

Sampai suatu hari di sekolah saya merasa sangat kelaparan karena tidak sempat sarapan pagi sementara semua kantin sekolah tutup.

Hanya ada pedagang pentol, telor puyuh dan tahu, diluar pagar sekolah.

Apesnya, tahu dan telur puyuhnya sudah habis saat itu hanya tersisa pentolnya doang.

Dengan sangat laparnya saya terpaksa harus membeli pentol namun sebelumnya terlebih dulu saya bertanya ke salah seorang cewek terpopuler di sekolah.

Cewek itu saya beri gelar Ayam Bangkok, karena posturnya lebih tinggi dari saya. Yang kemudian viral, anak cowok lain juga ikut memberinya gelar demikian, (walau sebenarnya Agama tidak menganjurkan memberi gelar semacam sebutan pesek dll).

Saya bertanya ke cewek itu "Bagaimana rasanya pentol?".

"Enak.." katanya.

Saya kemudian mendekati pedagang pentol, ada sebuah aroma favorit saya disana yaitu aroma daun sop. Kemudian saya beli pentolnya satu tusuk sebagai percobaan, ada rasa-rasa telor, kenyal-kenyal usus/urat, dan daun sop di pentol tersebut. Sebetulnya saya juga benci jeroan/urat/usus tapi berhubung ini lapar akut jadi termaafkan.

"Hmm, tak terlalu buruk rasanya."

Sejak saat itu saya mulai terbiasa dengan rasa pentol/bakso. Saya juga mulai terbiasa makan bakso kuah.

Dari sebelumnya setiap beli bakso saya biasanya bilang, "Bang baksonya satu tapi jangan pakai pentol. Ganti pakai telor aja dan banyakin seledri dan bawangnya."

Comments

  1. Dulu juga saya ngga suka sama bakso dan pentol sampai sekarang pun masih.. hihihi

    Oh seperti itu ya bentuk pentol, tadinya saya pikir bentuknya kayak cilok ternyata beda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok bisa sama sih mas, sama2 ga suka pentol, jangan2 kita sama2 dari Crypton, sama2 punya Ayah berakhiran nama El, Jaey-El 🤣

      Gatau juga sih, ditempatku di Crypton, pentol itu bulat kecil dan kalau cilok pipih bulat 🤭

      Delete
  2. Pentol. Kayaknya dulu si kekeyi pernah dinobatkan sebagai "ratu pentol" karena suka banget makan pentol. Sekarang aku gak tau lagi kekeyi lagi ngapain, udah lama gak ngikutin berita tentang dia soalnya 🤣

    ReplyDelete


  3. Yaa kalau nggak suka sama bakso pentol, Pentol ente saja coba dikasi sagu campuran dengan daging juga Huuu biar tambah gede. Kan enak nanti banyak dikejar2 perawan.🤣🤣🤣🤣🤣


    Dulu aku suka Huuu sama bakso pentol, Cuma pas sekarang rasanya sangat beda tidak seperti dulu lagi jadi nggak terlalu suka, Terlebih sama cilok juga aku nggak terlalu doyan.😁😁

    Karena bahan makanan sekarang sama dulu sangat jauh berbeda rasanya...Sekarang orang jual makanan suka ngasal 🤣🤣🤣 Itu kalau diJakarta Huu..🤣🤣

    ReplyDelete

Post a Comment