Skip to main content

5 Alasan Mengapa Pasukan Dayak Ditakuti Oleh Serdadu Elit Belanda

5 Alasan Mengapa Pasukan Dayak Ditakuti Oleh Serdadu Elit Belanda

Kita tak bisa memungkiri kalau Belanda dulu itu terlalu hebat bagi orang Indonesia. Kalau dilihat dari kacamata militer, mereka sangat kuat tak hanya dengan bekal strategi dan siasat, tapi juga didukung dengan persenjataan mutakhir di masanya. Tak pelak, mereka bisa menaklukkan Indonesia dengan cukup mudah, bahkan menjajah bumi kita hampir 3,5 abad.

Meskipun begitu hebat dalam hal kemiliteran, namun ada kalanya pasukan negeri Oranje ini tak mampu menaklukkan para pejuang kita. Dayak adalah suku pasukan yang pernah bikin tentara Belanda Keok. Dayak memang sangat mematikan menurut serdadu Belanda. Bahkan mereka pernah mengatakan, melawan Dayak sama seperti melawan hantu.

Lalu, kenapa pasukan Dayak bisa begitu kuat menghadapi Belanda yang notabene menang telak dalam berbagai hal? Ketahui jawabannya lewat ulasan berikut.

1. PASUKAN DAYAK SANGAT MENGUASAI MEDAN

Lahir dan tinggal di lingkungan hutan, membuat orang-orang Dayak sangat terbiasa dengan sekitar mereka. Ibarat anak TK, bagi orang Dayak hutan adalah taman bermain mereka, dalam artian sebagai sebuah tempat yang sangat-sangat dikuasai. Makanya, tak heran ketika mereka diserang, orang-orang Dayak bisa memberikan perlawanan yang mengejutkan.

Belanda pernah mencoba mengusik orang Dayak dan mereka dihajar tanpa ampun. Pasukan Belanda mungkin ahli siasat dan sebagainya, tapi mereka tak menguasai hutan. Alhasil, mereka pun kelimpungan ketika mendapatkan perlawanan dari Dayak. Makanya, menurut sejarah, hutan Kalimantan sangat jarang disentuh oleh para serdadu Belanda.

2. FISIK ORANG DAYAK SANGAT TERLATIH

Memang orang Dayak tidak mendapatkan pelatihan militer seperti pasukan Belanda. Tapi, fisik mereka dilatih secara alamiah oleh alam. Berburu, mengendus, menyesuaikan diri dengan lingkungan, berjalan cepat, sergap, semua dilakukan secara alamiah.

Belum lagi soal insting, orang Dayak jelas jauh lebih unggul dari serdadu Belanda. Makanya, pasukan Dayak sangat mampu memberikan perlawanan kepada Belanda. Bahkan bisa dibilang sangat mudah, seperti mengambil permen dari tangan bayi.

3. KEMAMPUAN BERGERAK YANG SEPERTI HANTU

Pasukan Belanda pernah mengatakan orang-orang Dayak itu bagai hantu. Alasannya apalagi kalau bukan lantaran orang-orang Dayak bisa blend dengan hutan dengan sangat baik. Tak hanya pakaian mereka yang sudah seperti baju kamuflase, tapi juga pergerakannya sendiri yang cepat.

Melawan Belanda dengan berburu tak ada bedanya. Orang-orang Dayak akan bergerak tak terlihat kemudian menyerang. Mengetahui kemampuan ini Belanda pun sampai ketakutan.

4. SUMPIT BERACUN TAK KALAH MEMATIKAN DARI SENAPAN RUNDUK

Tak hanya bisa close combat atau bertarung dengan jarak dekat memakai mandau kebanggaan, orang-orang Dayak juga bisa melakukan serangan jarak jauh ala para sniper. Ya, senyap dan tiba-tiba membunuh. Nah, untuk melakukan itu, mereka menggunakan sumpit beracun yang sangar itu.

Sumpit memang tradisional, tapi jangan tanya soal kemampuannya. Ia bisa diletuskan secepat peluru, plus bisa dikemas dengan racun mematikan yang bahkan bisa untuk membunuh seekor beruang sekalipun. Ini juga yang jadi alasan kenapa Belanda ogah usik orang-orang Dayak.

5. MOTIVASI BERTEMPUR ORANG DAYAK JAUH LEBIH KUAT

Dari semua hal yang ada, kemampuan, senjata dan sebagainya, bagian paling penting serta fundamental tentu adalah motivasi. Makin kuat motivasi, semangat juang pun melejit. Dalam hal ini, orang Dayak juga melebihi para serdadu Belanda.

Prinsip Orang Dayak, mereka takkan mengganggu kalau tak diusik. Makanya, kalau sampai orang luar berusaha melakukan hal itu, mereka akan melawan. Apalagi Belanda yang tujuannya jelas tidak baik dan hanya menginginkan perluasan wilayah saja. Pasukan Dayak pun motivasinya melejit dan kemudian direalisasikan dengan hal-hal mengerikan di atas.

Inilah alasan-alasan kenapa pasukan Belanda zaman dulu begitu segan kalau harus melakukan ekpansi wilayah ke Kalimantan, khususnya ke bagian hutan-hutannya. Pasalnya, yang mereka akan hadapi adalah pasukan mematikan yang bahkan tidak diketahui bagaimana cara melawannya.

Written: Rizal dan dirilis kembali oleh Sejatining Satrio Piningit
Sumber: https://www.facebook.com/potret.sejarahindonesia

Comments



  1. Membaca tulisan ini memang ada benarnya Huu...Kalau orang dayak dikalimantan bisa unggul melawan belanda...Meski hanya dengan senjata sederhana tetapi senjata itu lebih mematikan, Dan setara dengan peluru tajam.

    Sebenarnya semua orang Indonesia kalau mau bersatu dari dulu pastinya sudah menang melawan belanda. Cuma sayangnya selama belanda menjajah negri kita, Banyak rakyat Indonesia yang berhianat dan lebih memilih menjadi pengikut belanda. Makanya tak heran seringnya terjadi perperangan saudara.

    Bahkan sekarangpun masih kerap terjadi hal tersebut. Demi jabatan dan asal bapak senang ok lah saya akan membelot dari garis lurus untuk mendukung bapak.🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤪

    ReplyDelete
  2. Suku Dayak memang luar biasa, tak heran kalo pulau Kalimantan itu jarang disantroni Belanda karena takut bertempur dengan suku Dayak yang menguasai medan berupa hutan.

    Sepertinya Indonesia tidak dijajah Belanda 3,5 abad atau 350 tahun deh. Belanda mulai efektif menjajah Indonesia atau bisa dibilang tanah Jawa mulai sejak perjanjian Giyanti yang membagi dua kerajaan Mataram Islam pada 1755, sebelum itu Mataram Islam yang menguasai Jawa tengah dan Jawa timur. VOC cuma efektif di daerah Batavia saja.

    Apalagi daerah luar Jawa seperti Kalimantan, boleh dibilang Belanda tidak menjajah selama 3,5 abad.

    ReplyDelete
  3. Mas. Jadi yang bener yang mana ya. Mas bilang Dayak menguasai Medan. Padahal setahu saya, Saya ada di Kalimantan loh. Bukan di Medan 🥲🥲

    ReplyDelete
    Replies
    1. 🤣🤣 medan anu mungkin maksudnya, medan tempur.. 👍

      Delete

Post a Comment