Langsung ke konten utama
💬

Komedo Cinta


Setelah apa yang meraka lalui selama ini, layaknya jerawat yang menempel pada wajah, setelah beberapa waktu jerawat itu hilang dengan sendirinya dan wajah kembali mulus hingga akhirnya Herman dan Ningsih berhasil melanjutkan hubungan cinta mereka ke jenjang pernikahan.

Satu persatu tamu undangan mulai berpulangan ke rumah masing-masing, acara pernikahan yang hanya berlangsung sebentar saja karena aturan protokol kesehatan pandemi covid-19 membuat mereka memiliki banyak sisa waktu dan tenaga berduaan di malam pengantin.

Waktu menunjukkan pukul 8 malam lewat sedikit, Dalam kamar tidur mereka, di depan meja rias Ningsih duduk menghadap cermin.

Sementara Herman berbaring di sebuah sofa yang terletak di luar kamar bagian beranda kamar, dari beranda kamar itu Herman bisa melihat istrinya yang berada dalam kamar.

Tidak jauh dari sofa tempat Herman bersantai terdapat satu buah meja Billiard dan kolam renang.

Sambil bermain smartphone, sesekali ia memandang ke arah istrinya yang hanya mengenakan pakaian tipis nyaris transparan, istrinya pun begitu memandangi suaminya dari cermin seperti supir melihat spion, sambil tersenyum ia lemparkan lipstik ke suaminya.

"Tolong ambilkan lipstik itu, Bang" pinta Ningsih pada Herman.

Herman bangkit dari sofa, meraih gelas berisi air merah di atas meja billiard yang berada di dekat sofa tempat ia berbaring tadi, ia mereguknya dan meletakkan minuman itu kembali di atas meja billiard.

"Hati-hati tumpah, lho Bang, kalo kesenggol"

Herman memungut lipstik dilantai lalu melangkah mendekati Ningsih dan memeluknya dari belakang membuat baju istrinya itu terlepas di bagian bahu. Sambil melihat cermin Herman memerhatikan tahi lalat di bahu istrinya dan mengecupnya, istrinya hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke pipi Herman.

"Itu tahi lalat juga bukan?"

"Yang mana Bang?"

"Itu yang sejengkal dibawah bahumu. Warnanya agak mirip, hitam dan kecoklatan juga, cuma bedanya sedikit menonjol dari permukaan kulit."

"Ah, Abang. Bisa aja becandanya. Ini kutil Bang-Quh"

"Main yuk?" Ajak Herman pada istrinya itu.

"Ya udah, keluarkan stick-nya Bang."

"Eh, tapi sebelumnya mari berdoa dulu Bang, biar setan kagak ikut main."

Setelah berdoa, Herman mengeluarkan stick panjang dan menyerahkan pada istrinya, Ningsih meraih stick itu dan menggenggannya serta mengoleskan sesuatu pada ujungnya.

Herman membungkuk, membidik lubang dengan ujung stick agar tidak meleset.

"Sepertinya sudah pas, Bang, sodok Bang."

Herman menyodokkan sticknya, sodokannya menghujam memantul keberbagai tepi sebelum akhirnya masuk juga kelubang.

"Yah, masuk bang. Abang hebat. Lagi Bang, masukin lagi Bang."

Sodokan demi sodokan Herman hujamkan, sampai pada sodokan ke empat sepertinya meleset tidak masuk ke lubang.

"Sekarang giliranku Bang" ucap Ningsih.

Ningsih kemudian membungkuk setengah menungging sambil memegang stick. Herman tampak kagum memandangi Ningsih dalam gaya posisi itu.

"Ihh, Abang lihat apa sih." Tanya Ningsih grogi dengan wajah merona, menempelkan telapak tangannya ke dada karena saat membungkuk baju bagian atasnya sedikit tersingkap.

Herman hanya tersenyum kecil dan melanjutkan sodokan demi sodokan dalam berbagai posisi sampai "aaaach", Herman meremas rambutnya karena bola putih ikut masuk kedalam lubang.

"Yeaaaah.. aku menang." Ucap Ningsih girang, mengangkat kedua tangannya keatas dan sedikit selebrasi dengan jogetan dan menyenandungkan lagu "Masih ting-ting".

"Aku masih ting-ting, dijamin masih ting-ting, dan belum ber-pengalaman"

Tanpa sadar ia menyenggol gelas berisi air merah di tepi meja Billiard. Air merah itu meleleh begitu saja dari tepi sisi meja Billiard.

"Yaaah, tumpah. Basah deh."

Malam semakin larut, Herman menutup tirai pembatas antara kamar dan beranda kamar mereka di lantai dua rumahnya itu.

Sementara dari seberang jalan depan rumah merea seseorang tengah memerhatikan gerak-gerik mereka sejak tadi menggunakan teropong canggih yang biasa digunakan pasukan khusus untuk mengintai target pada malam hari.

***

2 tahun kemudian, mereka tampak bahagia selama pernikahan, terlebih mereka sudah memiliki anak laki-laki berusia sekitar satu tahun bernama Alan-syah. Anak yang lucu, pintar, dan tampan, sebab semasa hamil mungkin mereka konsisten berbarengan membacakan ayat suci pada bayi mereka saat dalam kandungan.

Tapi, komedo dan jerawat tak bisa ditebak kapan datangnya, ia bisa muncul kapan saja dan melekat pada wajah, sekalipun telah merawat wajah setiap hari.

Herman yang saat pacaran berjanji mengurangi bermain game kini dia kembali kecanduan game tersebut. Saking candunya sampai-sampai ia tak menyadari anaknya yang baru berusia satu tahun menangis terjatuh dari ranjang.

Istrinya yang sedari tadi sibuk di dapur bergegas berlarian ke kamar karena mendengar tangisan anaknya.

Sambil menggendong anaknya, Ningsih menghampiri Herman yang sedang asik bermain game dan mengomeli Herman sejadi-jadinya.

Atas dasar air melawan api, Herman hanya diam tak melawan omelan istrinya lagipula ia menyadari ini kesalahan dirinya yang lalai.

Keesokan harinya saat Herman di tempat kerja, Ningsih di rumah menyembunyikan game Nintendo Switch milik Herman.

Setelah mengetahui itu Herman kecewa pada istrinya.

Herman tidur di ruang tamu sementara istri dan anaknya dalam kamar tidur. Herman juga tidak di beri makan oleh istrinya, tapi untungnya Herman bisa memesan makanan lewat online.

***

2 hari tidak di hiraukan oleh istrinya, Herman pergi berkunjung kerumah mertuanya untuk curhat.

Mertuanya, Pak Agus menyambut baik kedatangan menantunya tersebut, setelah berbasa-basi menanyakan kabar anak dan cucunya serta mendengarkan curhatan Herman.

Pak Agus mengerti. Tak mudah memang bagi suami ketika istri melarang suami menggeluti hobinya, entah hobi main game, maupun dilarang istri merokok.

Mencoba menghibur menantunya, Pak Agus mengeluarkan sebotol minuman, seperti minuman yang Herman cari saat mengamuk di Mall waktu itu.

Seloki demi seloki ludes mereka reguk, Pak Agus dan Herman tampak mabuk berat.

Pak Agus mulai menceritakan pengelamannya, dari kisah asmaranya dengan Bi Odah, kisahnya mengambil bawang Pak Kardi tetangganya dikampung, hingga kisah tentang ikan aligator.

Mereka tertawa lepas di sela-sela cerita. Sampai akhirnya Pak Agus tertidur.

Masih setengah sadar Herman mencoba bangkit untuk pulang kerumahnya, karena sudah 2 jam meninggalkan istri dan anaknya dirumah. 

Setelah mencomot dan memakan timun untuk meredakan pengar efek mabuk Herman melanjutkan perjalanan pulang menuju rumahnya, saat perhentian di lampu merah, sekilas Herman seperti melihat seorang pria yang mirip Kolonel Satria yang sudah lama tiada.

Herman mencoba menggidikkan kepala agar penglihatannya jelas apakah yang di lampu merah itu benar-benar Kolonel Satria atau penampakan, "Tak mungkin", "Dia sudah lama tiada, mungkin ini hanya penglihatanku saja, efek dari sisa mabuk".

"Apa aku ikuti saja mobil Kolonel Satria, untuk memastikan apakah benar itu dia.".

Lama Herman merenung, hingga tak sadar lampu hijau sudah menyala "Titttttiiiitttt.." terdengar suara klakson bersahutan menyadarkan Herman dari lamunannya.

"Ah lebih baik aku pulang saja. Kalau aku kuntit dia entar ceritanya jadi panjang."

***

Sesampainya dirumahnya setelah mengucapkan salam Herman masuk dan duduk sebentar di ruang tamu membaca surah Al-ikhlas, menurut kisah yang pernah ia baca ini dapat jadi sebab lapangnya rejeki dan mengatasi berbagai masalah dalam rumah tangga.

Herman menengok ke kamar tidur dan menciumi anaknya yang sedang tidur. "Dimana ibumu sayang?" tanyanya pada anaknya yang masih bayi itu. "Di dapur papah." jawab Herman menirukan suara bayi seolah anaknya yang menjawab.

Herman ke dapur tapi tak ada siapa-siapa, namun terdengar suara air dari shower mengucur dalam kamar mandi.

Sambil menunggu istrinya selesai mandi Herman duduk santai di meja makan. Tak lama kemudian istrinya keluar dengan mengenakan handuk yang di lilitkan sampai dada.

"Belum bersih tuh mandinya, tahi lalat di bahunya masih ada. Wkwk!" Lelucon Herman untuk mengetes apakah istrinya masih marah ataukah sudah memaafkannya. Tapi istrinya hanya diam yang berarti masih marah atas peristiwa jatuhnya anak mereka dari ranjang kemarin malam.

Ningsih agak menungging ketika mengambil cucian dalam pengering mesin cuci.

"Pok-pok, tiba-tiba Herman mengepok-ngepok bokong Ningsih dari belakang, masih ngambek ya Sayang?" Tanya Herman sambil membantu istrinya mengeluarkan cucian.

"Besok anak kita, Alan-syah ultah yang ke-1, Bang" Jawab Ningsih datar.

***

Syukuran ultah Alan-syah telah usai, Herman yang jadi badut melepaskan wig warna warni yang ia kenakan dan mencopot hidung badutnya setelah sebelumnya memperagakan aksi sulap dan lain-lain dalam acara ultah anaknya itu.

Sementara kakek dari Alan-syah yaitu Pak Agus membacakan doa syukuran agar cucunya senantiasa diberi umur panjang dan sehat selalu.

"Beh, Babeh" senggol Herman ke Pak Agus. Herman terkadang memanggil mertuanya itu dengan sebutan Babeh Mertue.

"Babeh hebat juga ya, selain bisa mabuk-mabukan tapi bisa juga baca-baca doa selametan?" Senggol Herman lagi, menyenggolkan sikunya ke lengan mertuanya.

"Mabok-mabokan opo tho, Man?" 

"Yang kita minum kemarin itu kan cuma rebusan serai dan air lemon yang sengaja Babeh masukin ke bekas botol miras, wkwk", 

"Tertipu yoo menantuku sing tampan. Wkwk. Terus habis minum Babeh tidur bukan karena mabuk tapi karena Babeh memang mengantuk. Kalaupun kamu merasa mabuk mungkin itu karena kamu tersugesti saja merasa itu miras asli, wkwk" Terang Pak Agus sambil mencolek dagu menantu semata wayangnya itu. Sementara Herman hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang gatal karena tidak terbiasa pakai wig badut.

Dari ruang tamu tempat dimana Pak Agus dan Herman mengobrol, di depan halaman rumah mereka melihat Ningsih sedang menerima paket dari kurir.

Paket dari orang tak dikenal. Sebuah paket berisi kado ulang tahun buat anak mereka Alan-syah.

Yang sebelumnya juga saat hari pernikahan mereka mendapat paket bunga pernikahan dan ucapan selamat menempuh hidup baru dari pengirim misterius serta sebuah paket berisi perlengkapan bayi sesaat sebelum calon bayi mereka lahir dan yang terbaru mereka mendapat paket lagi hari ini di ultah anak mereka yang juga dikirim oleh pengirim misterius.

Komentar

  1. Ceritaaa yg menarik mas.. siapakah pengirim misterius itu? Hmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemerannya ada 5 org termasuk si kecil. Dan pelakunya ada di antara itu. Yg jelas bukan si kecil πŸ˜…

      Hapus
  2. ceritanya antara romantis dan misterius.....
    tak terjawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak agak sempat bimbang mau dibikin Bersambung atau Tamat jadi sementara dibikin gantung dulu lah ✌πŸ˜…

      Hapus
  3. πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    Sebentar2...Huu, Itu star pertama si Herman pake Stick Billyard terus pas ia mulir2 andeng2 Ninggsih pake stick Golf kali yee Huuu...🀣🀣🀣🀣

    Sodokan pertama langsung maknyus yee Huu. Tanpa melejit atau terpeleset. Akhirnya Herman dan Ningsih saling mengenjot yee Huu...Posisi menanjak tinggal rubah Shifter keposisi ringan yee...Posisi lurus tinggal tambah speed diShifter kiri yee Huu..πŸ€£πŸ€£πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ€£πŸ€£

    Mungkin ramuan yang Agus kasih bukan ramuan serai dan lemon kali Hu, Tapi air kecing kuda.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† Kan mertuanya herman punya kujang emas, cuma kalau jatuh dari kuda ilmunya luntur..πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ€£πŸ€£πŸ€£


    Gw kaga ikutan Hu, jadi nama hw jangan dibawa2...Mungkin Herman lagi ngigau kali bertemu Satria.🀣🀣🀣🀣

    Mungkin Creameno kali yang ngirim bingkisan itu Huu..πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulir andeng2 bola aja huu πŸ˜…

      Betul huu, ngenjotnya dari Jakarta sampai ke Surabaya 🀣

      Ramuan serai dan lemon asli huu, efeknya memang bikin ngantuk dan plus setetes darah perawan yg di ambil pake kujang emas πŸ˜…

      Wah kaga ikutan ya hu, padahal rencananya mau dijadikan org ketiga dlm hubungan H & N ✌

      Nah rencananya juga Suhu Satria yg kirim paket misterius πŸ˜…

      Hapus
  4. haduhhhh pikiranku jadinya travelling nih, jadi itu stik apaan sih sebenernya 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stik yang sebenarnya yg biasa dipakai buat main biliar πŸ˜…

      Hapus
  5. Apakah pengirim paket misterius itu adalah kolonel Satria? πŸ€”
    Wkwk tapi emang benar rasa air sereh + lemon kayak miras, Kak? Baru tahu aku 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, namun blm diketahui apa motifnya menjadi pengirim misterus itu πŸ˜…

      Beda jauh sih rasanya, cuma disini Herman tersugesti menyangka itu miras asli πŸ˜›

      Hapus
  6. Oh kayaknya kolonel satria belum mati tuh, kayaknya dia yang pakai teropong ngintip Ningsih sama Herman lagi main stik biliar.

    Ataukah jangan-jangan itu dari jaey kali ya yang ngirim buket bunga plus hadiah ultah SiAlan-syah.🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Kang Satria masih hidup dan jadi pengintip misterius πŸ˜…

      Bukan dong, pemerannya cuma 5 dan pelakunya diantara itu πŸ˜…

      Haha SiAlan-syah, nemu aje luh bro πŸ˜›

      Hapus
    2. Masa sih pemerannya cuma ada lima, coba hitung lagi kayaknya lebih deh.πŸ€”
      Mendingan itu dari pada BangSat-ria.🀣

      Hapus
  7. Pengiriman paket misteriusnya sudah ketebak pasti si Satria, tapi kalau penulis habis salah makan kemungkinan berubah jadi si Agus..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa juga kalo habis minum obat nanti jadi Jaeymansyah.😁

      Hapus
    2. Jaeymansyah, nama yang bagus tuh buat tokoh cerpen, tokoh yang punya banyak alter ego..hihihi

      Hapus
    3. Jaeymansyah nanti kayaknya jadian sama Ningsih.πŸ˜„

      Hapus
    4. 🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
  8. Salam jumpa Mas Jaey, maaf baru mampir lagi..

    BalasHapus
  9. Hahahaha... tulisan ini bikin pikiran melayang kemana2 ya.. hoho.
    Btw, emng timun bisa ngilangin efek mabuk ya Kang Jaey..? Wkwk *serius nanya..

    Jadi si Misterius itu siapa?? Hadiah kado buat Alansyah juga belum di unboxing.. hohoπŸ˜…πŸ˜…

    BalasHapus
  10. Aku ngerasa kolonel satria msh kepengin mendapatkan Ningsih :D.

    Wkwkwk kocak amat isi botolnya minuman jamu, si Herman bisa sampe kuat bangt sugestinya yaaa, jadi mabok gitu hahahha.

    BalasHapus
  11. ini masih bersambung kah?

    BalasHapus
  12. Belum ada lanjutannya nih, pulang lagi ah.πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orangnya masih tidur, mas

      Hapus
    2. J-Satelit lagi lelet sinyalnya πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus

Posting Komentar

Recent Posts

Popular Posts

10 Hal Seputar Mimpi Basah Yang Mungkin Belum Anda Tahu

Contoh dan ilustrasi mimpi basah. apa yang diimpikan maupun dirasakan saat mimpi basah. ciri ciri mimpi basah lelaki itu mimpiin apa sih? serta manfaat mimpi basah apakah memiliki efek samping. Buat para remaja pria, pernahkah terbangun dari tidur karena merasakan sesuatu yang basah dan lengket pada celana dalam atau piyama? Pada awalnya mungkin mengira kamu telah mengompol. Tetapi jika sudah pernah mengalaminya atau sudah melewati pubertas, mungkin saja kamu mengalami mimpi basah. Apa itu mimpi basah? Dikutip dari Medical News Today, mimpi basah adalah ketika seseorang orgasme tanpa sadar saat mereka tidur karena mimpi, yang mungkin erotis atau mungkin juga tidak. Mereka disebut mimpi basah karena ketika seorang pria memiliki jenis mimpi ini, ia dapat terbangun dengan pakaian atau tempat tidur basah. Ini karena air mani, sperma yang mengandung cairan, dilepaskan saat ejakulasi. Banyak hal yang menarik diketahui tentang mimpi basah. Berikut di antaranya. 1. Mimpi basah tid

Tahi Lalat Cinta

Tahi Lalat Cinta ini masih terkait dengan Cerpen sebelumnya Komedo Cinta dan Jerawat Cinta. Seperti biasa 100% fiktif. Keluarnya Kolonel Satria yang mengundurkan diri dari Agensi secara tiba-tiba tanpa sebab membuat Pimpinan Agensi pusing tujuh keliling, karena harus mencari penggantinya yang baru. Tidak sembarang Agen dapat mengemban tugas rahasia ini. Karena ini tugas pengintaian jadi sepertinya kurang cocok jika menggunakan jasa Iko Uwais, karena dia tipe duel. Begitu juga dengan Jason Statham yang tipe duel. Namun bagaimana dengan Mark Wahlberg? Ya sepertinya dia cocok, wajahnya tampak penyabar lumayan cocok jadi pengintai pengganti Kolonel Satria. *** Di Mall, dari sebelah rak itu Mark mengikuti Ningsih yang sedang memilih barang. Ningsih ingin menjangkau barang yang tinggi tapi tidak sampai dan Mark membantunya hingga tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan, mereka gugup dan melepaskan barang itu hingga jatuh ke lantai, spontan mereka memungutnya secara bersamaan dan lagi-lagi ta