Hukum Suami Menelan Air Susu Istri

Hukum Suami Menelan Air Susu Istri


Dalam Kajian Syariah di jelaskan, seorang wanita yang memiliki anak kandung kemudian menyusui anak orang lain maka kedua anak itu jadi saudara dan dinamakan Saudara Susuan. Jika anak itu perempuan dan laki-laki, maka keduanya tidak diperbolehkan menikah karena satu ibu sepersusuan seperti halnya senasab juga mahram. Keharaman menikahi saudara sepersusuan berdasarkan Alquran dan As-Sunnah. "Diharamkan mengawini ibu-ibu yang menyusukan kamu dan saudara-saudara sepersusuan dengan kamu." Rasulullah SAW bersabda, Apa yang diharamkan karena adanya hubungan kelahiran, haram pula karena hubungan persusuan. (HR.Muslim)


Bagaimana hukumnya jika ada seorang suami meminum air susu istrinya? apakah keduanya kemudian jadi saudara? Dalam kitab-kitab fiqh disebutkan, syarat anak menjadi saudara sepersusuan adalah waktu mereka menyusu itu umurnya kurang dari 2 tahun kalender Hijriyah. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Daruqutni dari Sahabat Ibn Abbas Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hukum persusuan kecuali dalam usia kurang dari dua tahun”

Disebut pula dalam alFiqh ‘ala Madzaahi al-Arba’ah IV/126 Orang yang sudah dewasa (diatas usia 2 tahun) saat menyusu tidak menjadikan kenasab dengan yang disusui.

أما إن كان كبيرا زائدا على الحولين ورضع فإن رضاعه لا يعتبر وذلك لقوله تعالى : {والوالدات يرضعن أولادهن

Kemungkinan meminum air susu itu bisa terjadi ketika keduanya sedang bercumbu saat berhubungan intim. "Istri- istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki" (QS. 2:223). Ayat itu artinya boleh mengauli istrinya ia sesukamu baik dari depan atau belakang asalkan semuanya mengarah pada kelaminnya (bukan ke dubur). alMuhaddzab II/62

الاستمتاع واجب على الرجل للمرأة إذا انتفى العذر، بما يحقق الإعفاف والصون عن الحرام، وتباح كل وجوه الاستمتاع إلا الإتيان في الدبر فهو حرام. ومكان الوطء باتفاق المذاهب: هو القبل، لا الدبر (1) ، لقوله تعالى: {نساؤكم حرث لكم، فأتوا حرثكم أنى شئتم} [البقرة:223/2] (2) أي على أية كيفية: قائمة، أو قاعدة، مقبلة، أو مدبرة، في أقبالهن (3) . قال ابن عباس: إنما قوله: {فأتوا حرثكم أنى شئتم} [البقرة:223/2]. قائمة، وقاعدة، ومقبلة، ومدبرة، في أقبالهن، لا تعدو ذلك إلى غيره. وله عبارة أخرى في الآية: إن شئت فمقبلة، وإن شئت فمدبرة، وإن شئت فباركة، وإنما يعني ذلك موضع الولد للحرث، يقول: ائت الحرث حيث شئت.

Menggauli hukumnya wajib bagi seorang suami pada istrinya dan diperbolehkan berhubungan intim dalam berbagai cara asalkan bukan pada lubang anusnya karena ini haram. Dengan dasar itu, jika ada seorang lelaki dewasa yang minum susu istrinya tidak berpengaruh terhadap hukum mahram, dalam arti istrinya tidak menjadi ibu susuan. Allahu 'alam*


Sumber: agusbtk.mywapblog.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama Pemilik, Foto Serta Sejarah Berdirinya Google

Situs Tempat Download Video Dewasa 18+

Humor: Gus Miek, Daging Babi dan Santri

Download PicSay Pro Aplikasi Photo Editor Berbayar Secara Gratis

Cara Membuat Wap Di Wapka (Multi Menu)